Cara Membuat Cerpen dan Dongeng Sederhana

Sebelum mengetahui apa definisi, unsur-unsur dan tahapan dalam membuat sebuah cerpen, anda pasti setidaknya sudah memiliki gambaran untuk membuat cerpen. Membuat sebuah cerpen pada dasarnya hampir sama dengan menulis di buku diary atau catatan-catatan pendek lain yang untuk mengingatkan anda khususnya tentang kejadian atau peristiwa apa saja yang sudah terjadi di masa lalu dan akan menjadi sebuah catatan anda sendiri si penulisnya.


Untuk membuat cerpen itu sendiri harus di ungkapkan atau di ceritakan dengan menggunakan  bahasa yang indah. Untuk itu anda harus sudah kaya akan perbendaharaan kata. Tanpa pengetahuan kata yang anda miliki maka tidak akan menghasilkan cerpen yang bagus.

Membuat cerpen kita harus menentukan sebuah tema cerita terlebih dahulu yang ingin kita buat, kemudian buatlah sebuah kerangka karangan seperti tahap pengenalan, klimaks dan penyelesaiannya atau ending, tentukan alur atau jalannya cerita, tentukan tokoh, watak dari orang atau individu yang terlibat di dalam cerita dan yang terakhir mulailah bercerita.
Oh iya tapi maaf saya juga bukan seorang yang pandai dan bagus dalam membuat sebuah cerpen tapi setidaknya saya pada saat ini dalam membuat postingan ini juga lagi gencar-gencarnya belajar membuat sebuah cerpen.
Satu minggu sebelum membuat artikel ini saya googling di mbah google eh saya nemuian sebuah dongeng dan saya rasa ceritanya bagus dan bisa mendongkrak saya untuk belajar serta optimis untuk bisa. Kemudian saya pun menyimpan dongeng ini di halaman tersimpan di browser Opera Mini kesayangan saya di handphone. Setiap ada waktu luang saya pun membukanya, dan saking sering membacanya saya pun lama-kelamaan hapal akan isi dari semua yang di ceritakan dari awal sampai akhir. Dengan menghapal semua isi cerita ini saya sudah bisa memaparkan cerita atau kejadian yang sedang berlangsung dalam membuat suatu cerpen. Sumber ini saya dapatkan dari http://dongengmotivasi.com/pilih-ikan-atau-kail.htm

Buat anda yang ingin membaca ceritanya silahkan simak atau anda ingin menghapalnya monggo-monggo saja !!
Saya menulis cerita ini juga tidak melihat ke sumbernya.


Selamat Membaca....

"Duh kok kemaraunya gak berhenti-berhenti yah" keluh Kaka si kancil
"Iya nih" jawab Kuri si kura-kura lirih "Kalau begini terus dua tiga hari lagi persediaan makanan kita bakal habis".

Kaka dan Kuri memang tinggal bersama. Mereka membuat rumah yang cukup nyaman di dalam sebuah Gua kecil. Di sekitar Gua sejatinya banyak ditumbuhi tanaman-tanaman yang menjadi pengisi perut mereka sehari-hari. Namun sayangnya, sejak beberapa minggu terakhir ini panas yang berkepanjangan melanda, sehingga sedikit demi sedikit tanaman yang ada mati kekeringan.

"Coba kita bisa memancing seperti pak Beri Beruang, pastinya kita tidak perlu pusing seperti ini" lanjut Kuri.

BRAKKKK
Kaka tiba-tiba meloncat dari kursinya hingga tidak sengaja menjatuhkan kursi tersebut.

"Aku ada ide" teriak Kaka dengan semangat 45.
"Ada ide ya ada ide" gerutu Kuri yang sempat jantungan gara-gara ulah Kaka tadi "Tapi jangan bikin aku mati muda dong".

"Dengar dulu" potong Kaka sebelum Kuri melanjutkan omelannya.
"Bagaimana kalau kita minta ikan ke Pak Beri, kan seringkali dia mendapatkan ikan yang banyak yang melebihi jatah makan perut gendutnya. Pasti bakal diberi deh".

"Memangnya kita akan minta-minta ikan terus ke dia, lama-lama juga Pak Beri tidak akan memberi ikan ke kita" jawab Kuri sambil membetulkan kursi yang terjatuh tadi. Lanjutnya, "Bagaimana kalau kita minta diajari cara memancing saja".

"Ah, Tahu sendiri kan Pak Beri seperti apa sifatnya" tukas Kaka galak, bicaranya kasar tapi susah dimengerti maksudnya. "Mending minta langsung saja, lagipula aku malas kalau belajar segala".

Kaka melangkah mendekati jendela, matanya berbinar-binar nakal.


"Nanti aku akan cari alasan yang berbeda setiap harinya agar Pak Beri mau memberikan ikan kepadaku" katanya.
"Gimana Kur setuju tidak ?"

Kuri termenung, di satu sisi ia membayangkan nikmatnya duduk santai di tepi jalan setapak ke sungai sambil menunggu Pak Beri lewat membawa hasil pancingannya. Ia kenal Kaka sejak lama. Kawannya yang cerdas ini pasti dapat menemukan cara untuk membuat satu dua ikan pak Beri berpindah tangan.

Di sisi lain, Ia tidak ingin hanya berpangku tangan dan bergantung kepada binatang lain. Ia juga ingin dapat memancing ikan sendiri sehingga tidak akan kebingungan bila suatu saat kemarau datang lagi.

"Hey kok malah melamun" ujar Kaka sambil mendorong pelan tempurung Kuri.
"Aku gak ikutan deh" jawab Kuri.

"Loh kok ?"

"Iya, aku mau coba memancing saja. Dan pasti akan terasa lebih lezat jika ikannya hasil dari pancinganku sendiri".

Mata Kaka tercenung, ia menatap tajam ke arah Kuri.
Beberapa detik kemudian ia tertawa terbahak-bahak.

HAHAHAHAH !!!!
"Kamu bercanda kan ? Memangnya kamu mau belajar darimana ? Pak Beri ? Bisa tambah lapar kalau kamu kelamaan ngobrol dengan dia" kata Kaka lantang.
"Lagipula" lanjutnya,
"Semua binatang di hutan ini kan sudah pada tahu kalau kamu itu lambat berpikirnya".

Kuri tersenyum mendengar sindiran Kaka.
"Biar saja", jawab Kuri PEDE. "aku yakin kalau aku berusaha pasti aku akan bisa".

Begitulah.


Ke esokan harinya, Kuri mulai mengikuti dan mengamati Pak Beri yang sedang memancing, ia kemudian mencoba membuat tongkat pancingnya sendiri dan kemudian ia menanyakan kepada Pak Beri apakah tongkat pancing dan kailnya sudah benar atau belum. Dengan tekun ia berusaha memahami semua dari perkataan Pak Beri hingga akhirnya ia berhasil membuat sebuah tongkat pancing yang kuat dan kokoh.

Si kancil ?
Sesuai rencananya, Kaka menunggu di ujung jalan hingga Pak Beri lewat dan kemudian  mengiba-iba kepadanya untuk meminta seekor ikan hasil tangkapannya. Dasar cerdas, Pak Beri pun tidak kuasa menolak permintaannya.

"Lihat nih" ujar Kaka pada Kuri sesampainya di rumah.
"Ikan pemberian Pak Beri, besar bukan? pasti lezat jika di bumbu rujak dan dimakan dengan sambal mangga, mana ikanmu ?".

Kuri menunjukan kail buatannya dengan bangga.

"Nih" , katanya sambil tersenyum "Hari ini memang aku belum bisa membawa ikan, tapi aku sudah bisa membuat tongkat pancingku sendiri".

"Terserahlah," tukas Kaka. "Kok mau-maunya sih repot begitu".


Hari demi hari berlalu. Kuri terus berusaha untuk belajar tehnik memancing ikan dari Pak Beri, mulai dari memilih ikan, mencari tempat yang banyak ikannya, hingga cara menarik ikan agar tidak terlepas dari kaitannya.

Kaka pun melalui hari-harinya dengan beribu-ribu alasan untuk dapat menaklukan hati Pak Beri.

Tapi lama-kelamaan Pak Beri pun jenuh. Ia tidak mau lagi memberikan ikannya kepada Kaka meskipun Kaka sudah memohon sambil berguling-guling di tanah. Sebaliknya, Kuri semakin ahli dalam memancing dan sudah dapat menangkap ikan sendiri. Melihat Kaka yang menangis tersedu-sedu karena tidak mendapatkan makanan hari itu, Kuri pun membagikan hasil tangkapannya kepada Kaka.


"Tuh kan bener yang aku bilang", kata Kuri bijak. "Lebih baik kita berusaha sendiri daripada selalu bergantung kepada binatang lain. Meskipun kelihatannya susah tapi, tapi jika terus mencoba pasti kita akan bisa".

Kaka mengangguk perlahan.
Kali ini dia setuju dengan pendapat Kuri.

Tamat...


Baca : Pantun Sunda Sisindiran Sunda Lucu

Oh ya buat teman-teman yang ingin memberi masukan atau menambahkan cara dan tips-tips membuat cerpen yang bagus silahkan bagikan ilmunya dengan meninggalkan komentar.

Artikel ini dicari dengan kata kunci: tahap-tahap membuat cerpen, membuat cerpen yang dapat dimengerti para pembaca, cara membuat dongeng yang bagus, langkah-langkah dalam membuat cerpen, cerpen dan dongeng, cara membuat cerpen dan dongeng, cara membuat cerpen, cara membuat dongeng, kumpulan cerita, kisah lucu, cara membuat cerpen yang unik dan keren.
Comments
2 Comments

2 komentar

ha...ha...ha

sempet baca tadi dongengnya

lucu juga

jangan lupa buat kunjungi saya yah

Thanks sob dah mampir ke blog-cilik

Silahkan berkomentar yang sopan, komentar yang memuat konten pornografi akan saya hapus dan komentar yang tidak berhubungan dengan artikel tidak akan saya terbitkan.