JavaScript Client Side vs Server Side: Bedanya Di Mana Sih?
Kalau kamu pakai JavaScript buat bikin tombol, validasi form, atau efek interaktif di halaman, kemungkinan besar kamu lagi main di client side.
Tapi kalau JavaScript kamu pakai buat proses data, login, atau API, itu sudah masuk ke server side. Namanya sama-sama JavaScript, tapi tempat kerjanya beda.
Apa Maksud Client Side dan Server Side?
Biar gampang dibayangin:
- Client side → jalan di browser pengguna
- Server side → jalan di server
Sederhananya:
- Client side = apa yang dilihat dan dirasakan user
- Server side = proses di belakang layar
JavaScript Client Side:
Yang Terjadi di Browser Client side JavaScript dijalankan langsung di browser, seperti:
- Chrome
- Firefox
- Edge
- Safari
Biasanya dipakai untuk:
- Klik tombol
- Validasi form
- Mengubah tampilan halaman
- Animasi sederhana
Contoh yang sering banget ditemui:
JavaScript
document.querySelector("button").addEventListener("click", () => {
alert("Tombol diklik!");
});
Kode ini langsung jalan di browser, tanpa server ikut campur.
Kelebihan Client Side JavaScript
Kenapa client side sering dipakai?
Karena:
- Responnya cepat
- Tidak perlu bolak-balik ke server
- Interaksi terasa lebih halus
Makanya hampir semua website modern pasti pakai JavaScript di sisi ini.
Keterbatasan Client Side
Tapi client side juga punya batasan.
Beberapa hal yang tidak aman dilakukan di client side:
- Menyimpan password
- Proses login utama
- Mengelola database
Karena kodenya bisa:
- Dilihat user
- Diubah lewat browser
- Dimanipulasi
JavaScript Server Side: Kerja di Balik Layar
Server side JavaScript dijalankan di server, biasanya pakai Node.js.
Di sini JavaScript dipakai untuk:
- Mengolah data
- Menyimpan ke database
- Mengatur login
- Membuat API
User tidak melihat langsung kodenya, hanya hasilnya.
Contoh Kasus Server Side
Misalnya:
- User login
- Data dikirim ke server
- Server cek ke database
- Server kirim respon
Semua proses itu terjadi di server, bukan di browser.
Kenapa JavaScript Bisa Jalan di Server?
Dulu JavaScript cuma ada di browser.
Tapi sejak muncul Node.js, JavaScript bisa dijalankan di luar browser.
Inilah yang bikin JavaScript:
- Bisa dipakai frontend
- Bisa dipakai backend
- Satu bahasa, banyak peran
Perbandingan Singkat Client vs Server
Kalau diringkas:
Client Side JavaScript
- Jalan di browser
- Fokus tampilan & interaksi
- Cepat & responsif
- Kurang aman untuk data sensitif
Server Side JavaScript
- Jalan di server
- Fokus logika & data
- Lebih aman
- Tidak langsung terlihat user
Jadi, Harus Pilih yang Mana?
Jawabannya: dua-duanya 😄
Di aplikasi web modern:
- Client side menangani interaksi
- Server side menangani logika dan data
Keduanya saling melengkapi, bukan saling menggantikan.
Kalau Dilihat dari Kacamata Pemula
Di tahap awal belajar JavaScript:
- Fokus dulu ke client side
- Pahami DOM dan event
- Biasakan logika dasar
- Server side bisa menyusul setelah konsep dasarnya kuat.
Penutup
Walaupun namanya sama-sama JavaScript,
client side dan server side punya tugas yang berbeda.
Dengan memahami perbedaannya, kamu jadi:
- Tidak salah taruh logika
- Tidak bingung saat belajar framework
- Lebih paham alur aplikasi web
Di artikel berikutnya, kita bakal bahas struktur dasar JavaScript sebagai bekal mulai ngoding lebih serius.