Aturan Dasar Membuat Tampilan Website Interaktif Menggunakan JavaScript Murni
JavaScript murni (Vanilla JavaScript) adalah JavaScript tanpa bantuan library atau framework seperti jQuery, React, atau Vue. Menguasai JavaScript murni sangat penting karena menjadi fondasi utama dalam membangun website yang interaktif, ringan, dan mudah dikontrol sepenuhnya oleh developer.
Artikel ini membahas aturan dasar dan prinsip penting dalam membuat tampilan website interaktif menggunakan JavaScript murni.
1. Pahami Peran JavaScript dalam Website
JavaScript berfungsi untuk:- Merespons interaksi pengguna (klik, scroll, input)
- Mengubah konten HTML secara dinamis
- Mengatur tampilan melalui manipulasi CSS
- Mengontrol logika dan alur interaksi
- JavaScript tidak menggantikan HTML dan CSS, tetapi melengkapinya.
- HTML → struktur
- CSS → tampilan
- JavaScript → interaksi
2. Selalu Mulai dari HTML yang Rapi dan Semantik
Interaktivitas yang baik dimulai dari HTML yang benar.Gunakan:
- tag yang semantik (button, nav, section, article)
- atribut id dan class yang jelas
<div onclick="klik()">Klik</div>
<button id="btnKlik">Klik</button>
Aturan:
- Jangan mencampur logika JavaScript langsung di HTML.
3. Pisahkan File JavaScript dari HTML
Gunakan file .js terpisah agar kode:- lebih bersih
- mudah dirawat
- lebih SEO & performa friendly
<script src="script.js" defer></script>
Gunakan atribut defer agar JavaScript dijalankan setelah HTML selesai dimuat.
4. Gunakan Event Listener, Bukan Inline Event
Hindari:<button onclick="aksi()">Klik</button>
Gunakan:
document.getElementById('btnKlik').addEventListener('click', function () {
alert('Tombol diklik');
});
Keuntungan:
- kode lebih terstruktur
- mudah dikembangkan
- mendukung banyak event dalam satu elemen
5. Manipulasi DOM Secukupnya
DOM manipulation itu mahal secara performa.
Aturan penting:
- Jangan memanipulasi DOM berulang-ulang tanpa perlu
- Simpan elemen dalam variabel
const box = document.querySelector('.box');
box.classList.add('active');
Hindari query berulang di dalam loop jika tidak perlu.
6. Gunakan Class untuk Mengatur Tampilan
Jangan mengatur style langsung lewat JavaScript.❌ Buruk:
JavaScript
element.style.backgroundColor = 'red';
✅ Baik:
JavaScript
element.classList.add('error');
Css
.error {
background-color: red;
}
Prinsip:
- JavaScript mengatur status, CSS mengatur tampilan.
7. Buat Interaksi yang Responsif dan Masuk Akal
Interaktif bukan berarti berlebihan.Perhatikan:
- animasi tidak terlalu lama
- feedback jelas saat klik / submit
- tidak membuat pengguna bingung
- tombol disable saat proses berjalan
- loading indicator
- perubahan teks setelah aksi
8. Gunakan Fungsi Kecil dan Jelas
Hindari satu fungsi panjang dengan banyak tugas.Contoh:
function showLoading() {}
function hideLoading() {}
function fetchData() {}
Aturan:
- Satu fungsi, satu tanggung jawab.
9. Tangani Error dan Kondisi Tak Terduga
Website interaktif harus tahan terhadap error.Contoh:
const btn = document.getElementById('btn');
if (btn) {
btn.addEventListener('click', aksi);
}
Jangan menganggap semua elemen selalu ada.
10. Optimalkan untuk Performa dan Pengguna
Beberapa prinsip penting:- gunakan requestAnimationFrame untuk animasi
- debounce event scroll dan resize
- hindari setInterval berlebihan
11. Uji di Berbagai Perangkat dan Browser
JavaScript murni harus diuji:- mobile & desktop
- Chrome, Firefox, Edge
- resolusi kecil
Kesimpulan
Membuat tampilan website interaktif dengan JavaScript murni bukan soal kode yang rumit, tetapi soal disiplin struktur, pemisahan tugas, dan fokus pada pengalaman pengguna.Jika kamu menguasai JavaScript murni dengan baik:
- framework akan jauh lebih mudah dipelajari
- website lebih ringan
- kontrol penuh ada di tanganmu